logo

Tangan Kecil Berbagi

Berbagi kepada sesama yang membutuhkan tidak lah perlu menunggu jadi kaya, atau pun besar.

Sejak usia dini pun bisa dilakukan asalkan memiliki niat yang tulus dan kuat. Nilai-nilai kebaikan

membantu sesama ditanamkan sejak kecil di dalam keluarga. Seperti yang dilakukan tamu Kick Andy

dalam episode “Tangan Kecil Berbagi”.


Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu seakan pas dengan apa yang telah dilakukan seorang

sutrada video klip dan film Indonesia, Eugene Panji bersama kedua anaknya Eugene De Moby Sade

dan Eugenea De Sade Basia. Selain memiliki bakat seni, Moby dan Sade rupanya juga memiliki sifat

peduli kepada sesame. Melalui alunan musik jazz, Moby dan Sade kerap menyalurkan bakatnya untuk

menggalang donasi, berbagi kepada sesama yang membutuhkan uluran tangan. Sudah lebih dari 42

juta rupiah yang berhasil dikumpulkan oleh Moby dan Sade sejak awal tahun 2018, untuk Yayasan

Kasih Anak Kanker Indonesia. Bukan hanya itu, pada bulan November 2018 lalu, kakak beradik ini juga

mengelar konser amal untuk mengumpulkan dana bagi korban bencana alam di Lombok, Palu dan

Donggala. Bahkan Moby dan Sade sedang menggarap album yang keuntungannya akan didonasikan

untuk anak-anak penderita kanker di Indonesia. Sifat peduli kepada sesama Moby dan Sade, rupanya

menurun dari kedua orangtuanya Eugene Panji dan Meylani. Eugene panji, yang memiliki jiwa sosial

tinggi, di tahun 2012 silam, pernah membuat film “Cita-Cita Setinggi Tanah”, yang seluruh

keuntungannya didonasikan untuk Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia.


Sekecil apa pun usaha manusia, asalkan tidak meminta-minta, apalagi mengambil hak orang lain,

pastilah Tuhan akan memberikan jalan dan rezeki yang berkecukupan. Terlahir dengan fisik yang tak

sempurna, tidak membuat Andreas Gautama patah semangat dalam menjalani hidup. Bahkan di

tengah keterbatasannya, tak menghalangi Andreas untuk berbuat baik terhadap sesama. Sejak kecil,

pria kelahiran 14 juni 1991 ini, telah dididik oleh orangtuanya untuk pantang mengeluh pada keadaan,

sekalipun menjadi penyandang disabilitas. Terbukti, dibalik kekurangan nya, pria yang hidup dengan

kursi roda ini masih mampu melakukan banyak hal, layaknya orang normal. Setelah lulus kuliah di

Universitas Bina Nusantara, Andreas memilih untuk mencoba hidup mandiri, dengan membuat usaha

pembuatan kaos. Selain mampu hidup mandiri, Andreas juga sangat peduli dengan sesama. Nurani

Andreas tergugah bila ada orang-orang disekitarnya yang menderita. Baru-baru ini Andreas ikut

membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam di Lombok, dengan memberikan

bantuan uang tunai yang diperolehnya 50 persen dari setiap keuntungan penjualan kaosnya. Selain

uang tunai, Andreas juga memberikan sumbangkan berupa 1000 kaos untuk saudara-saudara di

Lombok. Tak hanya itu saja, setiap tahunnya Andreas juga rutin membantu sesama di panti-panti

asuhan di Jakarta. Kedepannya, Andreas ingin lebih banyak lagi, membantu kepada orang orang yang

membutuhkan. Karena baginya, menghargai apa yang dimiliki dan tidak menyia-yiakannya, merupakan

bentuk rasa syukur.


Band T-Koes yang sudah sebelas tahun berkarya, dengan membawakan lagu-lagu nostalgia band

legendaris Indonesia Koes Plus ini, tak hanya sekadar manggung menghibur masyarakat. Seperti

halnya lirik lagu yang ditulis oleh band T-Koes yang berjudul Teman Berbagi, “Mari kita berbagi dengan

yang kita miliki, tak perlu menunggu materi, badan kita itulah rezeki”. Jaru, Ghali, Jim dan Agusta, sang

ayah yang menjadi anggota dalam band ini juga mulai memberi harapan membantu sesama yang

membutuhkan uluran tangan. November 2018 lalu, band bersaudara ini mengadakan konser amal

yang bertajuk “Mengenang Koes Plus, Pray For Palu and Donggala”. Selain itu, Band T-Koes juga

mempunyai agenda rutin, menghibur dan memberikan santunan kepada sesama di beberapa Yayasan

sosial di Jakarta, seperti Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa, Komunitas Thalasemia, Yayasan

Dompet Dhuafa Indonesia, dan beberapa yayasan lainnya. Love, Care, and share, adalah motto yang

diusung oleh band T-Koes untuk senantiasa berbagi dan tetap rendah hati, bagi mereka berbagi

dengan karya adalah cara termudah untuk membuat orang tidak lagi merasa susah.


Sumber : http://kickandy.com/theshow/read/3878-tangan-kecil-berbagi